Tentang Film Red Sparrow


Film Hollywood Red Sparrow diadaptasi oleh Justin Haythe dari novel karya Jason Matthews, menceritakan tentang Dominika Egorova (Jennifer Lawrence), seorang balerina berbakat Gedung Teater Bolshoi. Saat tampil di Teater Bolsoi, Dominika mengalami kecelakaan yang membuat ia tak bisa lagi menari. Belakangan baru diketahui bahwa kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan yang direncanakan.


Untuk mencari karir alternatif, Dominika mendatangi pamannya Vanya (Matthias Schoenaerts). Vanya yang merupakan anggota Dinas Keamanan Negara berpikir bahwa ia bisa memanfaatkan Dominika sebagai mata-mata atau lebih tepatnya agen rahasia Rusia. Vanya pun akhirnya mengirim Dominika ke pelatihan Agen Rahasia Rusia yang bernama Sparrow. Di sini Dominika menjalani program indoktrinisasi, mendapat pendidikan fisik, mental dan bagaimana memanipulasi musuh. Pelatihan ini secara terang-terangan menngecam kelemahan negara-negara barat. Rusia menganggap negara-negara barat ini “sedang mabuk belanja dan tergila-gila dengan media sosial”. Berbeda dengan Rusia, dimana semua orang tinggal di rumah, tetap sadar, masih menulis surat dengan tulisan tangan dan membaca Pushkin.


Resensi Movie Red Sparrow


Tugas pertama Dominika sebagai mata-mata adalah ia harus pergi ke Budapest, untuk bertemu dan menaklukkan agen C.I.A. Nate Nash (Joel Edgerton), yang memata-matai Rusia. Namun, bos Nate mewaspadai permainan Dominika, memerintahkannya untuk menjebaknya, sehingga dia bisa dibujuk untuk memata-matai orang-orang Amerika yang berurusan dengan Rusia.


Ada murung yang berkepanjangan pada nonton film yang memiliki alur cerita cenderung panjang. Namun nuansa gelap pada movie ini membuat kita sebagai penonton terlibat dalam strategi Dominika yang sering berbalik arah namun tepat. Hal inilah yang pada akhirnya memberikan kejutan di akhir cerita. Akting para aktor dan aktris di cerita ini juga sangat memukau. Sebuah dialog yang menarik adalah ketika Dominika diintrogasi oleh instansinya sendiri dengan beberapa penyiksaan, ia hanya bertahan dan mengatakan posisinya pada pekerjaan ini “apa yang menarik bagi saya dalam menjalankan tugas ini adalah kesempatan saya untuk melayani negara saya”.


Sayangnya, sensor pada beberapa adegan seks dengan dua adegan percobaan perkosaan di streaming film online Red Sparrow cukup kasar sehingga visual pada movie ini terasa melompat-lompat. Namun sang sutradara berhasil menunjukkan bahwa adegan seks di bioskop ini bukan hanya pemanis semata. Adegan seks di Red Sparrow malah menjadi kunci atas keputusan dan langkah Dominika selanjutnya.


Adegan kekerasan pun cukup sadis. Ada satu bagian di mana Nate si agen C.I.A diintrogasi sambil kulitnya dikupas dengan sebuah mesin. Selain itu di balik kelembutan Dominika sebagai penari balet ia juga memiliki sisi brutal. Setelah mengetahui bahwa kecelakaan saat menari adalah sebuah hal yang disengaja oleh temannya, Dominika pun menghajar temannya dengan cara yang cukup sadis. Dominika yang merasa terjebak dengan karir barunya berpikir untuk membalas dendam kepada pamannya dengan cara yang sangat mengejutkan sehingga Dominika yang sepanjang pemutaran ini merupakan perempuan rapuh menjadi menang di akhir cerita.


Menonton film ini bagaikan memainkan roller coaster, ketegangan memadati alur cerita movie. Sutradara Francis membuat film yang berdasarkan novel ini menjadi penuh darah. Hal inilah yang akhirnya menjadi asosiasi kenapa kemudian ia beri judul 'Merah'. Satu insiden pembunuhan berujung ke pembunuhan berikutnya, berdarah-darah, sadis dan brutal. Ada adegan penyiksaan seperti memukul dengan keras, setruman listrik, atau menguliti yang membuat rasa ngeri. Sayangnya aksen Rusia yang diperankan oleh Jennifer Lawrence terdengar kaku sehingga membuat kita cukup terganggu.




Powered byEMF HTML Contact Form
Report Abuse